
Ketika masuk ITS, tak ada uang sepeserpun yang nangkring di kantong. Karena aku merasa, Beasiswa Masuk Ujian (BMU) yang aku dapatkan mulai dari SMA, membuat aku tidak usah mbayar ke ITS. Tapi ketika aku Tanya pihak ITS, “bayar dulu Mbak, nanti kalo beasiswa udah turun, dikasihkan ke sampean”. Dalam hati aku yakin “Pasti karena suatu alasan, Allah memberikan aku ujian ini” Akhirnya aku utang kesana kemari, ndak dapet. Hanya dapet uang 300.000 dari guruku SMA. Kurang dua hari pembayaran,
ternyata Allah memberikan aku beasiswa yang laen. Aku dapat beasiswa dompet duafa Republika. Sehingga aku tidak usah bayar biaya masuk ITS yang ketika itu sebesar 950.000. Tak lama kemudian beasiswa dari PT Tjiwi Kimia yang udah aku ajukan, ternyata sebulan kemudian juga turun. Padahal pihak humas awalnya memberikan kemungkinan tidak bisa, karena Tjiwi Kimia banyak kegiatan. Kalopun bisa mungkin cuma 600.000 buat SPP. Namun ternyata Allah memberikan beasiswa yang Ful, 950.000. Uang itu aku buat bayar kos untuk beberapa bulan. Dalam hati aku berkata “Ya Allah, apakah alasan ini yang Engkau inginkan?” Aku tersenyum. Ternyata memang karena suatu alasan BMU ku mandeg dan beasiswa BMU itu memang tidak pernah aku dapatkan. Tapi Allah memberikan hal lain yang jauuuh lebih indah.
Semester dua aku bingung lagi. Dapat uang darimana untuk membayar SPP. Ternyata ada mbak dari BEM yang membantuku mencarikan beasiswa. Ketika itu mbaknya mengusahakan dari Bu Nuh, Istri Pak Nuh rector ITS ketika itu. Beliau menjanjikan bisa. “ Tapi diambil besok ya Mbak, soalnya ga ada uang cash sekarang” Kata beliau. Nah, ketika keesokan harinya kita mau ambil beasiswa, Bu Nuh kaget “Lho mbak? Baru saja ada anak BEM yang ambil. saya kira itu temannya mbak. Jadi uangnya sudah saya berikan.” Ternyata ada anak BEM lain yang meminta bantuan ke Bu Nuh dan dikira itu temannya mbak yang membantuku. Aku cuma membatin dalam hati “Ya Allah pasti karena suatu alasan Engkau memberikan aku ujian ini.”
Keesokan harinya, kurang 2 hari pembayaran SPP, aku mulai ke jurusan. Disana ternyata ada beasiswa yang diberikan khusus untuk mahasiswa Statistika yang tidak mampu. Uang dari infak para dosen. Aku mencoba untuk mengajukan. Ketika itu ada dua dosen yang mewawancarai. Sebut saja Bu A dan Bu B. Karena masih mau semester 2, aku tidak tahu banyak tentang mereka berdua karena memang tidak pernah diajar. Kata mbak-mbak disana, Pokoknya Bu B itu orangnya enak, lembut, ramah. Pokoknya jangan sampai Bu A yang mewawancarai sampean. Orangnya serem. ” Aku berdoa kepada Allah “Ya Allah, semoga Bu B yang mewawancarai aku.” Ternyata ketika masuk, Bu B sedang mewawancarai orang, dan otomatis aku harus langsung duduk di depan Bu A. Dada bergetar. Deg-degan. Setelah beliau bertanya ini itu. Tentang keluargaku.tentang pekerjaan bapak. Adik dan yang lain. Beliau mengatakan “Sudah. Sekarang tugas kamu hanya belajar. Masalah dana tidak usah dipikirkan. Nanti, ibu akan mendanai SPP kamu tiap semester sampai kamu lulus. Tapi kamu harus hebat ya” Ketika itu air mataku langsung menetes. Apa yang kita kira baik, belum sepenuhnya baik. Apa yang kita kira buruk, juga tak selamanya demikian. Ya Allah apakah ini alasannya aku tidak mendapatkan beasiswa dari Bu Nuh? Ya Pasti karena suatu alasan. Ternyata ini alasannya. Aku mendapatkan hal yang lebih dari apa yang aku pikirkan. Hingga lulus S1, aku dibiayai oleh Bu A. Semoga Allah menggantinya dengan Jannah.
Hari Sabtu, tanggal 9 Januari 2010 kemarin, aku mengikuti Training Mentor FM Plus, binaan Trainer N. Faqih Syarif. Aku merasakan hal yang sangat menarik disitu. Dididik untuk menjadi Trainer dan penulis yang sangat aku inginkan. MENULIS DAN BERKATA, UNTUK MERUBAH PERADABAN. Aku YAKIN Allah menempatkan aku disana, karena suatu alasan. Aku hanya ingin, apapun aktivitas yang aku lakukan, layak menjadi PRESTASI TERBAIK yang bisa DIBANGGAKAN di hadapan Allah kelak. Ya Allah, kabulkanlah harapanku untuk bisa menjadi Trainer dan Penulis yang menginspirasi. Pasti Engkau memiliki scenario yang TERBAIK untukku.
Karena itu, apapun yang ada pada diri aku sekarang. PAsti karena suatu alasan yang aku percaya bahwa scenario Allah adalah scenario yang PALING INDAH yang pernah ada di dunia ini. Saat ini, aku berkeinginan untuk menjadi penulis yang menginspirasi. Yang akan memberikan pencerahan dan semangat kepada manusia. Menjadi Inspirator untuk berubah menjadi lebih baik. Pasti karena suatu alasan. Pasti karena suatu alasan. Kita sekarang seperti ini. Satu kata kunci. SYUKURILAH apapun yang ada, yang terjadi dalam kehidupan kita. Total action dalam melakukan aktivitas, dan biarkan Allah MENYELESAIKAN SKENARIONYA. Saat itu kita bisa tersenyum dan berkata “TERNYATA INI ALASANNYA”
Semester dua aku bingung lagi. Dapat uang darimana untuk membayar SPP. Ternyata ada mbak dari BEM yang membantuku mencarikan beasiswa. Ketika itu mbaknya mengusahakan dari Bu Nuh, Istri Pak Nuh rector ITS ketika itu. Beliau menjanjikan bisa. “ Tapi diambil besok ya Mbak, soalnya ga ada uang cash sekarang” Kata beliau. Nah, ketika keesokan harinya kita mau ambil beasiswa, Bu Nuh kaget “Lho mbak? Baru saja ada anak BEM yang ambil. saya kira itu temannya mbak. Jadi uangnya sudah saya berikan.” Ternyata ada anak BEM lain yang meminta bantuan ke Bu Nuh dan dikira itu temannya mbak yang membantuku. Aku cuma membatin dalam hati “Ya Allah pasti karena suatu alasan Engkau memberikan aku ujian ini.”
Keesokan harinya, kurang 2 hari pembayaran SPP, aku mulai ke jurusan. Disana ternyata ada beasiswa yang diberikan khusus untuk mahasiswa Statistika yang tidak mampu. Uang dari infak para dosen. Aku mencoba untuk mengajukan. Ketika itu ada dua dosen yang mewawancarai. Sebut saja Bu A dan Bu B. Karena masih mau semester 2, aku tidak tahu banyak tentang mereka berdua karena memang tidak pernah diajar. Kata mbak-mbak disana, Pokoknya Bu B itu orangnya enak, lembut, ramah. Pokoknya jangan sampai Bu A yang mewawancarai sampean. Orangnya serem. ” Aku berdoa kepada Allah “Ya Allah, semoga Bu B yang mewawancarai aku.” Ternyata ketika masuk, Bu B sedang mewawancarai orang, dan otomatis aku harus langsung duduk di depan Bu A. Dada bergetar. Deg-degan. Setelah beliau bertanya ini itu. Tentang keluargaku.tentang pekerjaan bapak. Adik dan yang lain. Beliau mengatakan “Sudah. Sekarang tugas kamu hanya belajar. Masalah dana tidak usah dipikirkan. Nanti, ibu akan mendanai SPP kamu tiap semester sampai kamu lulus. Tapi kamu harus hebat ya” Ketika itu air mataku langsung menetes. Apa yang kita kira baik, belum sepenuhnya baik. Apa yang kita kira buruk, juga tak selamanya demikian. Ya Allah apakah ini alasannya aku tidak mendapatkan beasiswa dari Bu Nuh? Ya Pasti karena suatu alasan. Ternyata ini alasannya. Aku mendapatkan hal yang lebih dari apa yang aku pikirkan. Hingga lulus S1, aku dibiayai oleh Bu A. Semoga Allah menggantinya dengan Jannah.
Hari Sabtu, tanggal 9 Januari 2010 kemarin, aku mengikuti Training Mentor FM Plus, binaan Trainer N. Faqih Syarif. Aku merasakan hal yang sangat menarik disitu. Dididik untuk menjadi Trainer dan penulis yang sangat aku inginkan. MENULIS DAN BERKATA, UNTUK MERUBAH PERADABAN. Aku YAKIN Allah menempatkan aku disana, karena suatu alasan. Aku hanya ingin, apapun aktivitas yang aku lakukan, layak menjadi PRESTASI TERBAIK yang bisa DIBANGGAKAN di hadapan Allah kelak. Ya Allah, kabulkanlah harapanku untuk bisa menjadi Trainer dan Penulis yang menginspirasi. Pasti Engkau memiliki scenario yang TERBAIK untukku.
Karena itu, apapun yang ada pada diri aku sekarang. PAsti karena suatu alasan yang aku percaya bahwa scenario Allah adalah scenario yang PALING INDAH yang pernah ada di dunia ini. Saat ini, aku berkeinginan untuk menjadi penulis yang menginspirasi. Yang akan memberikan pencerahan dan semangat kepada manusia. Menjadi Inspirator untuk berubah menjadi lebih baik. Pasti karena suatu alasan. Pasti karena suatu alasan. Kita sekarang seperti ini. Satu kata kunci. SYUKURILAH apapun yang ada, yang terjadi dalam kehidupan kita. Total action dalam melakukan aktivitas, dan biarkan Allah MENYELESAIKAN SKENARIONYA. Saat itu kita bisa tersenyum dan berkata “TERNYATA INI ALASANNYA”

3 comments:
Allah sudah menyusunya dengan rapi sebelum kita dan bum ini di ciptakan.. Maha besar allah dengan rencana2 nya,
betul.betul.betul
Never Give Up!
Salam Dahsyat dan Luar Biasa!
Post a Comment