PULANG MALU TAK PULANG RINDU



Berawal dari cangkeruk di Bus Ijo jurusan SBY-MJK (Bukan namah salah satuh pasangan presiden dan wapres melainkan kepanjangan dari Surabaya Mojokerto), ketikah itu Bus mini ijo yang sayah tumpangi sedang ngendon di Pasar Krian, salah satu pasar yang dekat dengan daerah sayah yang cukup crowded. Ketikah melihat-lihat sekeliling, ada truk yang melintas dan seperti biasah ada tulisan yang cukup membuwat senyum simpul sayah mengembang :
PULANG MALU TAK PULANG RINDU
, begitulah tulisannyah. Sayah jadi berpikir, kiranyah mungkin sopir Truk atau mungkin sopir angkot dulunyah adalah Sang Pujanggah yang pandai merangkai katah. Namun karena cita-citanyah menjadi pujanggah tidak kesampaian karena jadi sopir truk, maka dituangkanlah segala isi hatinyah yang paliiing dallaaaam banget, tepat di belakang truk. Ku Nanti Jandamu, AN3DIS --> Anti gadis, Naik Gratis,Turun Bayar dan
lain-lain, merupakan bagian dari ukiran katah-katah sang sopir yang diguratkan dibelakang truk. (sampai disini, jika dirasa bibir sayah muncrat2, bisa langsung ambil payung, karena banyak hah nyah)

Ketika sayah tanyah sama mbah sayah yang ngalah-ngalahi profesor (pasalnya tiap ditanya dia selalu tahu, giliran ditanya pas gak tahu dia mesti berupaya cari tahu), nah mbah sayah yang satu ini namanyah mbah gugel. Pas sayah ketik kata “tulisan di belakang truk” ternyata mbah gugel mengeluarkan berbagai macam jenis tulisan. Beberapa cuplikan kata-kata antik dibelakang truk temuan mbah gugel adalah :
  • Biar Peyot asal Bisa Nyedhot :: ada di bawah tangki mobil penyedot tinja,
  • Jangan cuma lihat, Kalau berani cium :: Di bumper belakang truk trailer
  • Seberat-beratnya rindumu, masih berat muatanku
  • Bini-123-Lak : (Bini tuwa gaLak)
  • Ber 2 1 7 an --> Berdua satu tujuan
  • CAN'T ARE ROCK --> Ken Arok
  • NEW FEAR THE ME IS 3 --> Nyupir demi istri
  • Alone By Must ---> Alon bae Mas
  • Cintamu tak semurni bensinku
Dan masih banyak lagi yang gak sayah tulis disini. Lebih tepatnya tanya mbah gugel ajah.
Satu lagi mahkeluk antik selain truk yang bisa sayah kenalkan kepada kawan semuanya yaitu ANGKOT bin LYN bin MIKROLET. Mahkeluk ini merupakan mahkeluk langka yang mungkin hanyah bisa ditemui di Indonesiah barangkali. Transportasi umum yang unik karena bisah mengambil penumpang dari manasajah kapan sajah tanpah pake riting klo mau berhenti ini, memang sering membuat macet. Sehingga harus ekstra hati-hati jika kawan semua adah dibelakang tubuhnyah. Bisa kena srempet, dan kalo kita udah disrempet, kita juga bakal dapat bonus, dipisuhi. “misuh” Gitu kata sopirnya (tiiiit*misuh yang asli disensor)

Kawan. Jika kita sejenak singgah di Indonesia, mungkin itulah uniknya. Ada banyak ladang buat numpahin semua ekspresi. Sedih. Senang. Suka. Marah. Bahagia. Jatuh cinta hingga patah hati. Semuanya diungkapkan. Abis itu PLOOONG. Seakan gak ada beban. Ada ekspresi yang bertanggungjawab. Ada ekspresi yang sembereng. Sak karepe dewe. Sak enake udele. (*semaunya sendiri). Sebuah ekspresi harusnya bisa dipertanggungjawabkan. Meskipun diungkapkan dibelakang truk sekalipun. Bukan ekspresi yang basi.

Ngomong-ngomong tentang ekspresi yang basi, sayah jadi teringat dengan ekspresi para cawali (Calon walikota) di Surabayah tempat sayah tinggal sekarang. Setiap orang memasang jargon. Ada sebuah spanduk yang memberikan ekspresi: Dra. XXX, Msi, MSG, MCK (dua terakhir saya tambahi), PLURALIS. DEMOKRATIS. Ada yang menyatakan : Perjuangan belum selesai, TERUSKAN!!. Dan lain sebagainyah. Namun yang sayah lihat kok hanyah ekspresi basi ya? Ekspresi Basi yang sering sayah rasakan tiap 5 tahun sekali. Dimana para calon hanya melakukan orasi bau trasi. Membujuk rakyat dengan gerakan anti korupsi. Padahal sebenarnya hanya jargon tanpa isi. Miris sekali. iiiii (*backsound).

Kayaknya kita musti menjadi bangsa yang tidak hanya menempatkan ekspresi sebagai hisan diri. Namun menempatkannya sebagai jati diri. Dimana didepan atau dibelakang siapapun kita, maka ITULAH KITA. Jika kita muslim, maka tunjukkan bahwa ekspresi diri kita adalah Muslim SEJATI. Ekspresi generasi, pewaris risalah para Nabi. Yang merindukan diterapkan Syariah dan Khilafah di bumi tercinta ini. iiiii(*backsound lagi). Jangan hanya jualan produk barat yang sebenarnya sudah berkarat. Saking berkaratnya, sehingga ketikah ditegakkan hanya melahirkan aparat yang keparat. Sukanya menyiksa rakyat. Bangs**.(backsound disensor).
So. Mukmin SEJATI. EXPRESIKAN AKSIMU.

4 comments:

Anonymous said...

hahaha! Gokil pisan sob.

Download Gratis said...

Indonesia gitu loh. Ga gitu ga asik.
but dari truk ke angkot, kok larinya ke calon walikota? hihihihi... mungkin calon walikotanya mantan supir truk atau angkot. :D

ndop said...

huwiiiiii... mulai ngeblog maneh sip sip...

tak add ym mu yaa...

Anonymous said...

lucccuuu...llluuucccuuu...huuuaaahhhhaaaaa

Post a Comment